Tuesday, August 11, 2015

COKLAT


Assalamu'alaikum...semangat pagi rekan-rekan chocolate coklatters...

Chocolate coklatters Setuju nggak kalau coklat memang fenomenal dan unik apabila kita melihat, meraba, dan merasakan rasa nikmatnya coklat yang tersentuh oleh lidah kita pada gigitan yang pertama ? mmmmhhh...ampun deh lezatnya....sampai kebawa mimpi.


Sejarah coklat berawal pada masa peradaban suku Olmec, Astec dan Maya dimana coklat dianggap minuman berkualitas yang menyegarkan dan sebagai penambah kekuatan. 

Lho koq minuman? apakah coklat awalnya hanya dianggap sebagai minuman? iya rekan coklatters, coklat yang dihasilkan dari pengolahan biji kakao awalnya adalah untuk di minum dan tidak untuk dimakan, bahkan pengolahan biji kakao lebih cenderung untuk bahan minuman beralkohol.

Kata coklat sendiri berasal dari kata xocolatle yang artinya adalah minuman pahit. Pada masa tersebut minuman coklat sangat populer dan dijadikan sebagai simbol penting dengan ciri khas penyajiannya berbusa di bagian atasnya. Semakin banyak busa pada minuman coklat yang di sajikan, maka semakin minuman coklat itu menjadi bernilai.

Bagi suku maya, coklat merupakan simbol istimewa yang mewakili kenikmatan, kelezatan, kemewahan, kekayaan, kekuatan serta kekuasaan. Sedangkan bagi suku aztec, coklat merupakan makanan para dewa.



Terus bagaimana coklat yang awalnya hanya sebagai minuman itu di olah menjadi bisa di makan?...Nah begini ceritanya...Pada tahun 1928, seseorang jenius bernama Johannes Van Houten menemukan mesin kakao yang akhirnya merevolusi coklat menjadi coklat cair yang dituangkan dalam cetakan dan dipadatkan sehingga coklat tidak hanya sebagai minuman tetapi juga dapat dimakan. Penemuan Johannes Van Houten tersebut menghasilkan struktur bentuk coklat menjadi padat seperti coklat-coklat yang kita lihat saat ini di era modern.

Coklat memang banyak di sukai oleh segala tingkatan usia baik dari kalangan anak-anak hingga kalangan orang tua. Ketika lidah kita merasakan satu coklat? Wow...selanjutnya pasti lidah kita semua selalu ingin mengulangi dan merasakan kelembutan, kenikmatan serta kemewahan rasa coklat yang terasa pada gigitan yang pertama.

Coklat sendiri memiliki kandungan alkaloid. Kandungan alkaloid yang terdapat pada coklat adalah theobromina, anandamida dan phenethylamine. Theobromina adalah senyawa sejenis kafein yang tidak larut air yang dapat menimbulkan perasaan nyaman. Anandamida aalah termasuk senyawa lipid yang juga memberikan efek fisiologis pada tubuh. Phenethylamine adalah kandungan dari coklat yang dapat melepaskan hormon endorpin sehingga dapat meningkatkan mood. Coklat juga mengandung flavanoid yang bisa memperlancar sirkulasi ke otak dan memperlancar sirkulasi tubuh. 100 gram coklat mengandung energi setara dengan 472 kilo kalori, 2 gram protein, zat besi 2,8 miligram dan kalsium 63 miligram, 30 IU vitamin A dan 0,03 miligram vitamin B1.

Wow...makin menarik aja nih kita membahas tentang coklat, tapi mata sudah 5 watt...tangan sudah lelah...kaki pegal-pegal...rambut beruban...ha? apa hubungannya? ya nggak ada hubungannya emang...lha wong nih nulisnya sambil ngantuk-ngantuk...he3x... 

Okay deh para coklatters, postingan yang saya tulis di atas adalah sekilas sejarah mengenai coklat yang semoga bermanfaat sebagai pengetahuan walaupun singkat dan tidak panjang sepanjang tembok cina...he3x....Selamat menikmati coklat....



Hormat saya

Mohammad Bayu

Jakarta Indonesia


Wassalamu'alaikum









No comments:

Post a Comment